UKM ISR UPN “Veteran” Yogyakarta Sukses Gelar Puncak IIC 2026, Dorong Mahasiswa Indonesia Berpikir Kritis dan Berdaya Saing
26 September 2026, 16:10
Artikel Terkini
Read in 3 minutes
Read in 2 minutes
Read in 3 minutes
Read in 2 minutes
Read in 2 minutes
Oleh: Interdisciplinary Scientific Research UPNVY
| 3 min readPenulis: Karima Fahama Rifa, Abyan Dwi Bastian, dan Tania Parelfi.
Yogyakarta, 23 Agustus 2026 - UKM Interdisciplinary Scientific Research (ISR) UPN “Veteran” Yogyakarta sukses menyelenggarakan ajang perlombaan IDP Innovation Competition (IIC) 2026. Berlangsung sejak 10 Juni hingga final pada 23 Agustus 2026 di kampus UPN “Veteran” Yogyakarta, IIC hadir sebagai wadah edukatif dan kompetitif untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, kreatif, serta solutif mahasiswa melalui karya tulis dan perencanaan bisnis yang berdampak nyata bagi masyarakat. Tingginya antusiasme generasi muda terlihat dari keikutsertaan lebih dari 200 tim yang berasal dari 57 universitas pada kategori Business Plan dan 53 universitas pada kategori Essay. Setelah melalui tahapan seleksi yang ketat, seluruh rangkaian acara ditutup dengan tahap final yang mempertemukan para finalis terbaik di hadapan dewan juri.
Keberhasilan mencapai tahap final bukanlah proses yang instan. Perjuangan para peserta diawali dari tahap pendaftaran, para peserta diwajibkan menyusun dan mengumpulkan BMC untuk kategori Business Plan atau abstrak untuk kategori Essay. Setelah dinyatakan lolos tahap awal, para peserta melangkah ke tahap selanjutnya untuk menyusun serta mengumpulkan proposal lengkap. Proses seleksi yang ketat dan objektif ini akhirnya menyaring 8 tim finalis terbaik di masing-masing kategori. Seluruh finalis terpilih inilah yang kemudian melangkah ke tahap final puncak acara IIC untuk mempresentasikan gagasan mereka secara langsung.
Hari final menjadi puncak ketegangan sekaligus kebanggaan. Delapan finalis terbaik bergantian mempresentasikan gagasan mereka di hadapan dewan juri. Setiap tim tidak hanya dituntut menyajikan ide yang kreatif, tetapi juga mempertahankan argumen mereka lewat sesi tanya jawab yang ketat, menguji kematangan riset, kelayakan bisnis, hingga dampak nyata dari solusi yang ditawarkan.
Setelah melalui rangkaian presentasi yang menegangkan, tibalah momen yang paling dinanti yaitu pengumuman pemenang. Pada kategori Business Plan, juara pertama jatuh kepada tim TTM dari Institut Teknologi Bandung. Posisi kedua ditempati oleh tim NekocatNeko dari Universitas Airlangga dengan inovasi berjudul Oxylla, sementara juara ketiga diraih oleh tim Ecovora dari Universitas Islam Indonesia. Selain gelar juara umum, terdapat juga apresiasi khusus yaitu predikat Best Proposal disematkan kepada tim Deasiomay dari Universitas Airlangga lewat gagasan ECOPLECO, sedangkan predikat Best Presentation diraih oleh tim NPD dari UPN "Veteran" Yogyakarta dengan proyek Salterra Brine.
Persaingan tak kalah sengit terjadi di kategori Essay. Juara pertama berhasil diraih oleh tim Temennya Nisa dari Universitas Indonesia lewat gagasan BioMarket. Di posisi kedua, tim Mepet Deadline dari Universitas Gadjah Mada tampil meyakinkan dengan inovasi Leptobeads Bio-Repellent, sementara juara ketiga diraih oleh tim E2Win dari PKN STAN melalui inovasi Keevo. Dua penghargaan khusus yaitu Kategori Best Paper diberikan kepada tim Temennya Nisa dari Universitas Indonesia, dan Best Presentation diraih oleh tim JAWARA dari Universitas Negeri Surabaya lewat gagasan Neurosphere.
“Jujur tidak menyangka dan pastinya sangat senang sekaligus bersyukur bisa menang juara 1, apalagi ini lomba terakhir kami sebagai mahasiswa S1. Kuncinya sebenarnya memaksimalkan latihan dan dibawa santai saja. Kalau menang alhamdulillah, kalau belum berarti belum rezekinya. Jadi dinikmati prosesnya,” ungkap tim TTM dari Institut Teknologi Bandung.
Kesan mendalam juga dirasakan oleh peraih Juara 1 kategori Essay yaitu tim Temennya Nisa dari Universitas Indonesia yang berhasil membawa pulang dua penghargaan sekaligus. Selain rasa syukur atas pencapaian yang melampaui ekspektasi, mereka merasa senang karena bisa berkenalan dengan sesama peserta yang hebat dan disambut hangat oleh panitia.
“Sangat bersyukur bisa bertemu dengan teman-teman finalis lain yang kompetitif namun tetap seru dan impactful. Ditambah lagi, kami dapat pendamping dari panitia yang sangat baik dan membantu,” tuturnya.
Panggung IIC 2026 telah berakhir, tidak hanya meninggalkan para pemenang, tetapi juga membawa pengalaman, ruang diskusi dan persahabatan untuk dikenang. melalui semangat kompetisi dan kolaborasi, IIC diharapkan dapat menjadi wadah bagi lahirnya generasi muda yang berani berpikir, berkarya menuju dampak yang nyata bagi masyarakat. Sampai berjumpa di panggung IIC berikutnya dengan lebih banyak ide, cerita dan dampak yang tercipta.
13
Comments (0)