ISR UPNYK Sukses Gelar Lomba Esai Internal, 3 Tim Terbaik Siap Berlaga di IIC 2026
11 August 2026, 22:08
Artikel Terkini
Read in 2 minutes
Read in 2 minutes
Read in 3 minutes
Read in 3 minutes
Read in 2 minutes
Oleh: Interdisciplinary Scientific Research UPNVY
| 2 min read
Yogyakarta, 17 Mei 2026 - Enam tim dari UKM Interdisciplinary Scientific Research (ISR) UPN "Veteran" Yogyakarta berdiri di garis yang sama pada Minggu, 17 Mei 2026 melalui Lomba Esai Internal — beradu di hadapan dewan juri secara daring untuk mempertahankan gagasan ilmiah mereka. Dari persaingan ketat itu, didapatkan tiga karya terbaik yaitu pembangkit listrik tenaga arus laut, genteng berbasis limbah elektronik, hingga ecobrick dari sabut kelapa. Ketiganya sekaligus mengantarkan tim masing-masing merebut gelar juara dan tiket resmi sebagai delegasi ISR menuju IDP Innovation Competition (IIC).
Sebagai unit kegiatan mahasiswa yang berfokus pada riset dan inovasi, ISR UPN "Veteran" Yogyakarta menempatkan pembinaan internal sebagai fondasi utama sebelum melangkah ke panggung nasional. Lomba Esai Internal 2026 hadir sebagai bagian dari program Training & Optimization Internal ISR Competition — sebuah training ground yang dirancang untuk mengasah kemampuan analitis, penulisan ilmiah, dan integrasi lintas disiplin anggotanya, sekaligus menyeleksi delegasi terbaik untuk kompetisi nasional. Mengangkat tema "Empowering Interdisciplinary Innovation to Accelerate Sustainable Development Goals (SDGs)", kegiatan ini membuka ruang bagi peserta untuk menghasilkan gagasan inovatif yang berkontribusi nyata pada isu-isu pembangunan berkelanjutan.
Rangkaian acara Lomba Esai Internal 2026 ini dimulai dari masa pendaftaran 27 Maret sampai 8 April 2026. Setelah melalui tahap pengumpulan naskah hingga 28 April 2026, enam tim yang lolos ke babak final diumumkan pada 11 Mei 2026. Babak final sendiri diadakan pada Minggu, 17 Mei secara daring melalui aplikasi Zoom mulai pukul 09.00 WIB. Di sini, para finalis diwajibkan untuk menyalakan kamera dan menggunakan virtual background yang sudah disediakan oleh panitia.
Setiap tim diberi total waktu 25 menit, yang dibagi menjadi 15 menit presentasi PPT dan 10 menit sesi tanya jawab bersama dewan juri. Sesi tanya jawab ini menjadi bagian yang sangat penting karena menguji pemahaman materi serta logika argumen peserta dengan bobot nilai sebesar 25%. Setelah semua tim menyelesaikan presentasi, acara diselingi dengan istirahat dan games berupa kuis seputar TO Internal ISR Competition selama 20 menit sambil menunggu penilaian dari juri.
Usai babak presentasi finalis berakhir, rangkaian acara memasuki puncak pengumuman pemenang Lomba Esai Internal 2026. Berdasarkan hasil keputusan, peringkat Juara 1 diraih oleh Pahlevi Alwaleed dan tim dengan karya mereka yang berjudul “MARLINDO: Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut Berbasis Flying Underwater Kites untuk Kemandirian Energi di Kepulauan Maluku”. Esai ini membahas tentang pemanfaatan potensi energi ramah lingkungan yang berasal dari arus dan gelombang laut menggunakan teknologi turbin hidrokinetik. Sistem tersebut dirancang untuk mengoptimalkan efisiensi konversi energi listrik secara berkelanjutan, khususnya di kawasan Kepulauan Maluku.
Posisi Juara 2 diraih oleh Trio Musthamid dan tim dengan karya berjudul “GESITANIK: Genteng Komposit Berbasis Limbah Elektronik Sebagai Upaya untuk Mendukung Program Gentengisasi Nasional”. Gagasan ini berfokus pada inovasi bidang infrastruktur berupa genteng rumah ramah lingkungan yang dibuat dari material komposit berbasis limbah. Produk genteng ini dirancang agar memiliki bobot yang jauh lebih ringan, namun memiliki daya tahan yang kuat terhadap perubahan cuaca ekstrem dibandingkan dengan genteng konvensional pada umumnya.
Di peringkat ketiga, Nur Wahid Rohim Mubarak dan tim sukses mengamankan posisi Juara 3 dengan karyanya yang berjudul “COASTAL ECO-BRICK INITIATIVE: Model Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Melalui Transformasi Limbah Sabut Kelapa untuk Empowering Coastal Communities and Disaster Resilience". Inovasi ini menghadirkan program pengolahan limbah sabut kelapa di daerah pesisir dengan cara memadatkannya menjadi bahan ecobrick. Sabut kelapa ini diolah ulang sehingga dapat digunakan sebagai bahan bangunan alternatif yang bertujuan untuk memperkuat jalur evakuasi dan pondasi rumah masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana alam.
Pelaksanaan Training & Optimization Internal ISR Competition 2026 ini telah sukses menjadi wadah yang membakar semangat riset dan inovasi ilmiah di lingkup UKM ISR. Melalui proses seleksi yang panjang dan ujian mental di hadapan dewan juri, kompetisi ini tidak sekadar melahirkan deretan pemenang, melainkan individu yang tangguh, adaptif, dan siap bersaing di level yang lebih tinggi. Berbekal evaluasi berharga selama babak final, langkah Tim Pahlevi Alwaleed, Tim Trio Musthamid, dan Tim Nur Wahid Rohim menuju IDP Innovation Competition (IIC) diharapkan dapat berjalan mulus dan kembali menorehkan prestasi gemilang yang membanggakan.
11
Comments (0)