Tetap Santai tapi Terukur: Cara Nabila Putry Jalani Kuliah Let It Flow hingga Jadi Mapres
30 May 2026, 07:44
Artikel Terkini
Read in 3 minutes
Read in 2 minutes
Read in 2 minutes
Read in 3 minutes
Read in 4 minutes
Oleh: Interdisciplinary Scientific Research UPNVY
| 3 min readPenulis: Muhammad Fakhir Nafis Al-Khuluq, Abyan Dwi Bastian, dan Karima Fahama Rifa.
Nabila Putry Salimah atau yang kerap disapa Nabila, merupakan mahasiswi program studi Akuntansi UPN “Veteran” Yogyakarta angkatan 2023 yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua di UKM ISR UPN “Veteran” Yogyakarta. “Apa yang tidak menentangmu, tidak akan mengubahmu”, prinsip yang ia pegang tersebut mendorong Nabila menjadi mahasiswa ambisius dengan aktif mengikuti berbagai organisasi hingga kompetisi. Sejak menjadi mahasiswa baru, ia sudah merancang apa yang akan dilakukannya selama berkuliah. Baginya, tanpa perencanaan, kuliah terasa seperti berjalan tanpa tujuan, " kalau kita nggak planning, kita jadi nggak ada tujuan dan nggak ada target," ujarnya.
Banyaknya organisasi yang tersedia membuatnya memilih Interdisciplinary Scientific Research (ISR) dan AIESEC bukan tanpa alasan. Ia memutuskan untuk menjadi bagian dari UKM ISR karena linier dengan tujuan akademiknya. UKM ISR sendiri memang dikenal sebagai salah satu UKM di UPNVY yang diisi oleh mahasiswa yang memiliki fokus akademik yang kuat.
“Waktu” adalah jawaban yang ia berikan ketika ditanya mengenai tantangan terbesarnya. Sebelum kuliah, ia menghabiskan masa sekolah menengahnya di boarding school, di mana semua kegiatannya sudah diatur oleh pihak asrama. Begitu memasuki dunia perkuliahan, seluruh tanggung jawab diserahkan sepenuhnya ke tangannya sendiri hingga 24 jam sehari terasa kurang untuk mengejar tujuan-tujuan besarnya.
Ia mengandalkan strategi manajemen mandiri yang rapi melalui spreadsheets dan notion untuk menyeimbangkan seluruh kesibukannya. Di sana, ia mencatat tugas kuliah, tenggat waktu lomba, hingga jadwal magang secara terukur. Sistem ini membuatnya bisa langsung mengeksekusi dan mendaftar peluang baru setiap kali ada waktu kosong serta disiplin menerapkan skala prioritas antara kuliah dan tanggung jawabnya sebagai wakil ketua UKM ISR demi tercapainya target yang lebih besar.
Lewat perencanaan yang matang tersebut, Nabila berhasil mencetak segudang prestasi dan pengalaman magang mentereng di LinkedIn. Meskipun begitu, ia tidak pernah jemawa. Bagi Nabila, kebanggaan terbesarnya bukan terletak pada piala maupun sertifikat, melainkan saat ia mampu memberikan dampak positif bagi orang lain. Kepuasan terbesarnya justru lahir ketika ia menjabat sebagai ketua departemen kewirausahaan, dimana ia berhasil membimbing dan mencetak pemimpin-pemimpin baru dari hasil kepemimpinannya sendiri.
Dalam hal menunjang karier masa depan, Nabila menilai kemampuan komunikasi sebagai soft skill paling krusial bagi mahasiswa untuk membangun jaringan dan memperluas relasi. Baginya, kemampuan menyampaikan nilai diri melalui cara berkomunikasi yang baik adalah modal utama yang akan dinilai oleh dunia luar. Dengan persiapan tersebut, target yang ia miliki untuk satu hingga dua tahun kedepan adalah memberikan performa akademik terbaik agar bisa menjadi salah satu karya cendekia di UPNVY.
Disiplin Membatasi Diri dan Melawan Overthinking
Bagi anggota UKM ISR yang ingin mengikuti jejak prestasinya, Nabila membagikan kiatnya yang sebenarnya sederhana namun menantang yaitu ketahui tujuan utama dan perbaiki manajemen waktu. Menariknya, tantangan terbesar bagi mahasiswa hari ini menurut Nabila tidak hanya padatnya jadwal kuliah tetapi juga karena distraksi dari media sosial.
Ia secara terbuka mengaku pernah berada di fase dimana informasi berlebih di media sosial membuatnya sangat tertekan. “Aku dulu sering banget tiap malam nangis karena overthinking, mikirin hal-hal yang sebenarnya nggak penting,” kenangnya jujur.
Belajar dari pengalaman itu, Nabila mengambil langkah ekstrem untuk mendisiplinkan diri. Di HP nya, ia memasang fitur timer ketat pada setiap aplikasi hiburan. “Instagram dan TikTok cuma aku kasih waktu setengah jam sehari. Setelah itu, aplikasinya otomatis ke-blokir sendiri. Dengan begitu, aku bisa langsung fokus ke hal-hal lain yang lebih produktif.” ujarnya.
Prinsip Hidup Nabila: Bermanfaat bagi Orang Tua dan Sesama
Di balik sosoknya yang ambisius dan berprestasi, ada dorongan emosional yang kuat yang menjaga Nabila tetap konsisten. Ketika ditanya mengenai prinsip hidupnya, Nabila langsung menyebut orang tua sebagai prioritas utamanya.
Bagi Nabila, waktu bersama orang tua adalah kesempatan yang terbatas, dan ia ingin memanfaatkan waktu tersebut sebaik mungkin. “Kenapa aku bisa berambisi sebesar itu? Karena aku ingin membahagiakan mereka lewat prestasi dan karya-karyaku selagi mereka masih ada,” ungkapnya.
Namun, Nabila mengingatkan bahwa makna berkarya tidak harus selalu identik dengan dunia kepenulisan dan perlombaan yang ia tekuni. Menurutnya, setiap orang memiliki keunikan dan minatnya masing-masing yang patut diperjuangkan.
Menutup pembicaraan, Nabila membagikan mimpi besarnya yang menjadi alasan di balik semangat dan kontribusi yang terus ia berikan. Alih-alih berfokus pada pencapaian karier semata, ia memiliki impian sosial yang berangkat dari ketulusan hatinya untuk memuliakan sesama. “Mimpi masa depanku, aku pengen banget bisa mendirikan panti jompo sendiri. Panti asuhan sudah banyak, tapi aku ingin menjadi bagian dari sedikit orang yang bisa memuliakan dan merawat orang tua di masa tua mereka,” tuturnya hangat. Bagi Nabila, kesuksesan bukan hanya tentang pencapaian pribadi, tetapi juga tentang seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain.
38
Comments (0)