Cerita Tim PalmHive Bawa Pulang Juara 1 dan Best Presentation di GBPC 2026: Dari Inovasi Hama Sawit sampai Trik Pikat Juri

04 September 2026, 08:37

Oleh: Interdisciplinary Scientific Research UPNVY

 | 2 min read
1 day ago

 


Penulis: Tania Parelfi, Karima Fahama Rifa, dan Abyan Dwi Bastian.


"Apa jadinya ketika ilmu Agroteknologi dan Informatika disatukan dalam satu panggung kompetisi? Jawabannya adalah performa yang matang hingga menuju puncak grand final."

Berawal dari keresahan terhadap tantangan besar di sektor pertanian khususnya ancaman hama yang kerap menggerogoti produktivitas perkebunan kelapa sawit Indonesia,  mahasiswa lintas program studi ini memutuskan untuk memadukan keahlian mereka. Panggung Grand Final Lomba Business Plan di Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) pada 25 Juli 2026 menjadi saksi bisu atas perjuangan dan kerja keras tim ini. Di tengah iklim kompetisi yang kompetitif, mereka harus berhadapan dengan belasan tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang membawa gagasan tajam serta performa presentasi yang memikat.

 

Detik-detik pengumuman juara menjadi momen yang paling mendebarkan sekaligus membahagiakan. Rasanya campur aduk ketika nama tim dipanggil sebagai peraih Best Presentation sekaligus Juara 1. Seluruh proses riset dan persiapan panjang rasanya terbayar tuntas lewat PalmHive yaitu platform berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) yang mereka rancang untuk membantu mengendalikan hama kelapa sawit secara terpadu dan berkelanjutan. 

Secara teknis, PalmHive menggabungkan kamera pintar, sensor, AI, IoT, serta teknologi semiokimia otomatis yang dapat dipantau dan dikontrol user dengan jarak jauh. Sistem ini bekerja dengan menjaga dan mengonservasi musuh alami hama sebagai agens pengendali hayati, sekaligus menerapkan prinsip pencegahan yang terkendali demi menjaga ekosistem perkebunan tetap seimbang.

Meski begitu, perjalanan mengembangkan inovasi ini tidaklah lepas dari sebuah tantangan. Tim mengakui menemui bottleneck cukup besar dalam memastikan PalmHive tepat sasaran, baik dari sisi teknologi maupun bisnis. Di sektor teknologi, penyesuaian sensor IoT serta proses training data masih terus dilakukan agar sistem menghasilkan data yang benar-benar akurat. Mereka juga tertantang dalam mencari mitra yang tepat untuk validasi dan implementasi di lapangan. Sementara dari sisi bisnis, perancangan model usaha terus dimatangkan agar PalmHive tidak hanya mampu bertahan dalam jangka waktu yang panjang, tetapi juga memberikan manfaat yang benar-benar dirasakan oleh para penggunanya.


Saat tiba gilirannya di atas panggung, tim sukses mengeksekusi presentasi dengan sangat memukau. Bagi Mada Sagita Purwawibawa (Agroteknologi 2024) dan Rio Prasetio (Informatika 2024), gagasan atau ide sehebat apa pun akan kurang berkesan jika dibawakan biasa saja atau flat. Menurut mereka, rahasia agar presentasi bisa tampil beda terletak pada cara mengemas cerita. Mereka memilih menyelipkan teknik storytelling dan sedikit sentuhan drama di awal presentasi. Cara sederhana ini rupanya ampuh memikat perhatian juri sejak menit pertama, sekaligus mempermudah mereka memahami teknis yang cukup rumit. Penampilan tim pun terasa semakin kuat dengan membawa properti atau prototipe secara langsung ke atas panggung.

Selain strategi teknis tersebut, hal yang paling utama adalah memiliki rasa percaya diri dan benar-benar memahami ide yang dipresentasikan secara mendalam. Dengan penguasaan materi yang matang, gagasan dapat disampaikan secara yakin, mengalir, dan meyakinkan di hadapan dewan juri. 

Keberhasilan tim PalmHive membuktikan bahwa penggabungan ilmu Agroteknologi dan Informatika mampu menghasilkan sistem pengendali hama kelapa sawit yang efektif dan ramah lingkungan.

Harapannya, inovasi berbasis AI dan IoT ini tidak berhenti pada tingkat kompetisi saja, melainkan dapat terus dikembangkan dan diterapkan secara langsung di perkebunan kelapa sawit Indonesia. Prestasi Mada, Rio, dan tim ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa  lain untuk terus menciptakan teknologi yang berguna bagi masyarakat. 


view 10

Comments (0)

No Comments Posted