Meneliti dengan Hati, Menyajikan dengan Aksi: Langkah Nyata Departemen Penelitian & Pengkajian Tingkatkan Skill Menulis hingga Desain
19 May 2026, 15:30
Artikel Terkini
Read in 3 minutes
Read in 2 minutes
Read in 2 minutes
Read in 3 minutes
Read in 4 minutes
Oleh: Interdisciplinary Scientific Research UPNVY
| 3 min read
Penulis: Karima Fahama Rifa, Muhammad Fakhir Nafis Al-Khuluq, dan Abyan Dwi Bastian
Yogyakarta, 4 April 2026 - Departemen Penelitian Pengkajian UKM ISR UPNYK sukses menyelenggarakan kegiatan program kerja mandiri “Penelitian Pengkajian Skill Development” pada Sabtu (4/4). Berbeda dari tahun sebelumnya, kolaborasi tahun ini semakin kuat dengan hadirnya anggota Departemen Humas & Medkom sebagai peserta. Bertempat di Ruang Sekretariat ISR, kegiatan bertema “Meneliti dengan Hati, Menyajikan dengan Aksi” ini digelar untuk meningkatkan kompetensi anggota dalam bidang kepenulisan, desain grafis, dan jurnalistik guna menghadapi tantangan dunia akademik yang semakin dinamis.
Dalam pelaksanaannya, seluruh peserta mengikuti rangkaian sesi materi yang dibagi menjadi 3 kompetensi utama. Di setiap akhir sesi materi, para peserta akan mengerjakan mini project dari setiap pemateri secara langsung. Hal ini bertujuan agar peserta tidak hanya sekedar memahami teori, tetapi mampu mengimplementasikan keterampilan dengan bimbingan dari pemateri.
1. Sesi Kepenulisan: Mempertajam Nalar Ilmiah
Sesi pemaparan pertama oleh Kak Azzahra Pradani mengupas tuntas esensi Karya Tulis Ilmiah (KTI) sebagai tulisan berbasis penelitian yang bertujuan menyelesaikan masalah, dan mengembangkan serta menyebarkan ilmu pengetahuan. Dalam penulisan karya ilmiah, terdapat tiga aspek utama yang harus dipenuhi yaitu ide yang solutif dan efisien, alur pikir yang logis agar mudah dipahami, serta menggunakan data faktual yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Penulisan karya ilmiah membutuhkan review literatur guna untuk memahami topik penelitian dan menemukan peluang penelitian baru. Maka dari itu, Kak Azzahra membagikan strategi membaca jurnal dengan cepat, antara lain membaca abstrak, melihat tujuan penelitian, metode, hasil utama, dan keterbatasan penelitian. Platform yang dapat dimanfaatkan untuk mencari jurnal yaitu Google Scholar, Scopus, ScienceDirect, dan Directory of Open Access Journals. Selain itu, Kak Azzahra juga membagikan tips menulis karya ilmiah yang berkualitas, seperti menggunakan judul yang menarik, bahasa yang mudah dipahami, struktur tulisan yang jelas, menggunakan data dan referensi yang valid, serta menghubungkan topik tersebut dengan masalah nyata.
2. Sesi Desain
Setelah sesi pemaparan materi pertama yang membahas tentang kepenulisan, Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi kedua tentang bagaimana strategi dalam meningkatkan skill dalam membuat desain oleh Fidel Hakim. Ia menekankan bahwa dalam proses pembuatan desain kita tidak hanya bergantung pada tools yang kita gunakan, tetapi juga perlu strategi yang matang dalam proses pembuatan desain. Desain yang baik bukan hanya sekedar estetika, melainkan juga bagaimana cara menyampaikan pesan dengan efektif dalam bentuk visual. Dalam sesi ini, Fiha membagikan strategi dalam membuat desain yang menarik meliputi bagaimana cara membangun brand kit, membuat template standar, dan menggunakan tools tambahan seperti canva.
Brad kit merupakan kumpulan elemen penting yang dapat merepresentasikan identitas suatu Perusahaan ataupun organisasi. Brand kit ditujukan untuk memastikan konsistensi dalam suatu desain sehingga siapapun yang ingin mendesain mempunyai acuan. Dengan adanya brand kit, desain yang dihasilkan menjadi seragam dan terlihat nyaman bagi siapapun yang melihatnya. Dalam menentukan brand kit, Fiha menyarankan untuk memilih font atau colour pallet dalam satu desain dibatasi maksimal tiga hingga empat jenis saja. Hal tersebut bertujuan untuk menjaga konsistensi visual. Semakin sedikit jumlah elemen yang digunakan, maka proses desain akan semakin cepat dan hasil yang rapi.
Selain strategi teknis, ia juga menekankan pentingnya kondisi psikologis selama proses mendesain. Menurutnya, mood yang baik akan mendukung munculnya ide-ide segar, meningkatkan fokus, dan membantu desainer dalam menghasilkan karya. Di akhir sesi, Fiha memberikan sebuah mini project berupa membuat desain kit. Peserta diminta untuk menentukan color palette yang akan selalu digunakan, font favorit, logo sederhana, serta template kosong yang dapat diaplikasikan pada sosial media.
3. Sesi Jurnalistik: Mengemas Informasi dengan Teknik Jurnalisme Praktis
Materi jurnalistik disampaikan langsung oleh Siaumey Novia Saputri, ia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Umum ISR 2025 sekaligus mengemban amanah sebagai Kepala Departemen Penelitian Pengkajian. Ia membagikan tips bagaimana cara menulis artikel yang enak dibaca dan mudah dipahami orang awam.
Dalam sesi ini, Siaumey menjelaskan perbedaan mendasar antara artikel populer dan artikel ilmiah. Untuk artikel populer sendiri dibagi menjadi dua, yaitu News dan Timeless. Ia menekankan bahwa berita harus memiliki News Value seperti unsur kebaruan, dampak bagi publik, dan kedekatan emosional dengan pembaca. Peserta juga diajarkan teknik penulisan piramida terbalik untuk berita jenis Hard News, dimana informasi paling penting diletakkan pada bagian Lead (kepala berita) agar pembaca menangkap inti pesan tanpa harus bertele-tele.
Selain teknik jurnalistik, peserta juga dibekali trik membuat caption media sosial yang persuasif menggunakan formula AIDA (Attention, Interest, Desire, Action). Sebagai penutup sesi, diadakan mini project pembuatan lead dan satu paragraf isi berita. Praktik ini bertujuan untuk menguji sejauh mana peserta dalam menciptakan hook atau kalimat pembuka yang bikin penasaran namun tetap berbasis fakta.
Kegiatan ini pun mendapat apresiasi positif dari Departemen Humas & Medkom yang turut hadir sebagai peserta. Ketua Departemen Humas & Medkom, Rio Prasetio, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kesempatan kolaborasi lintas departemen ini.
“Saya berterimakasih banyak kepada Departemen Penelitian Pengkajian karena telah mengizinkan Departemen Humas & Medkom bergabung, meskipun agenda ini awalnya merupakan program kerja internal PP. Kesan saya, materi yang disajikan dari awal hingga akhir sangat menarik dan insightful,” ungkapnya.
Ia juga berharap agar kegiatan serupa dapat terus berlanjut di masa mendatang. “Pesan saya, semoga kegiatan ini tetap dipertahankan karena sangat bermanfaat, terutama bagi anggota yang masih awam mengenai kepenulisan, desain grafis, maupun jurnalistik. Kedepannya mungkin jangkauan kegiatan ini bisa disebarluaskan lagi agar manfaatnya terasa lebih luas,” tambah Rio Prasetio.
43
Comments (0)