UPN Veteran Yogyakarta Siapkan Proposal Bisnis Unggulan Mahasiswa Menuju Kompetisi P2MW Nasional 2026
08 April 2026, 09:53
Berita Terkini
Read in 2 minutes
Read in 1 minutes
Read in 3 minutes
Read in 1 minutes
Read in 3 minutes
Oleh: Khusnul Uswatun Khasanah
| 3 min read
Penulis: Sayu Putu Carolia dan Anisa Aulia
YOGYAKARTA – Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta terus memperkuat ekosistem kewirausahaan di lingkungan kampus dengan menjaring puluhan inovasi bisnis mahasiswa. Melalui skema Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026, pihak universitas secara resmi mengumumkan jumlah proposal input internal yang masuk sebanyak 39 proposal bisnis siap bersaing. Langkah ini merupakan bagian dari seleksi ketat untuk menentukan delegasi terbaik yang akan mewakili kampus di tingkat eksternal melalui Belmawa Kemendiktisaintek.
Proses input proposal internal ini telah berlangsung secara intensif mulai tanggal 19 Februari hingga berakhir pada 9 Maret 2026. Mengusung tema besar “Step Up Your Start Up Through Legalization & Protection”, agenda ini menjadi gerbang awal bagi mahasiswa untuk menguji inovasi bisnis mereka sebelum berlaga di tingkat nasional melalui seleksi eksternal Belmawa. Selama periode tersebut, antusiasme mahasiswa dari berbagai program studi terlihat sangat tinggi, yang dibuktikan dengan masuknya beragam ide bisnis mulai dari sektor konvensional hingga teknologi digital. Hal ini menunjukkan bahwa semangat "Kampus Bela Negara" juga terwujud dalam bentuk kemandirian ekonomi dan penciptaan lapangan kerja kreatif oleh generasi muda.
Dari data yang dihimpun, komposisi proposal tahun ini menunjukkan keberagaman sektor yang cukup merata. Tercatat ada 3 proposal bisnis digital tahap awal yang menawarkan solusi berbasis teknologi. Sementara itu, pada sektor budidaya, terdapat total 7 proposal yang terdiri dari 5 tahap awal dan 2 tahap bertumbuh. Sektor industri kreatif pun tidak ketinggalan dengan menyumbangkan 6 proposal, di mana 4 di antaranya berada pada tahap awal dan 2 proposal lainnya sudah memasuki tahap bertumbuh.
Sektor jasa dan pariwisata turut memberikan kontribusi signifikan dengan total 4 proposal, yang terbagi rata masing-masing 2 proposal untuk tahap awal dan 2 tahap bertumbuh. Menariknya, kategori makanan dan minuman tetap menjadi primadona dengan total 13 proposal, mencakup 12 proposal tahap awal dan 1 proposal tahap bertumbuh. Tingginya minat di sektor kuliner ini menandakan kepekaan mahasiswa terhadap tren konsumsi masyarakat yang terus berkembang dinamis.
Selain sektor-sektor tersebut, kekuatan inovasi mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta juga terlihat pada kategori manufaktur. Terdapat 6 proposal manufaktur yang seluruhnya sudah berada pada tahap bertumbuh, sebuah pencapaian yang menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya sekadar berteori, tetapi sudah mulai masuk ke ranah produksi skala menengah. Hal ini menjadi modal kuat bagi universitas untuk bersaing dalam kategori yang menuntut aspek teknis dan operasional yang kompleks.
Saat ini, seluruh proposal yang masuk sedang berada dalam pengawasan dan pemeriksaan intensif oleh tim reviewer internal UPN Veteran Yogyakarta. Para reviewer yang ditunjuk merupakan praktisi dan akademisi yang kompeten di bidangnya, guna memastikan bahwa setiap proposal memiliki kelayakan bisnis yang logis, strategi pemasaran yang tajam, serta potensi keberlanjutan jangka panjang. Proses kurasi ini dilakukan untuk menyaring proposal yang benar-benar siap secara mental dan administratif sebelum dikirimkan ke tingkat nasional.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap proses legalitas usaha mahasiswa, pihak universitas menjalin kolaborasi strategis dengan Divisi Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) yang berada di bawah naungan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Interdisciplinary Scientific Research (ISR). Kolaborasi ini diwujudkan melalui penyelenggaraan pelatihan sertifikasi yang berfokus pada aspek hukum dan standarisasi produk. Langkah ini diambil agar mahasiswa memiliki landasan yang kuat saat bisnis mereka mulai berkembang di tengah masyarakat.
Tepat pada Sabtu, 13 Maret 2026, pelatihan sertifikasi tersebut dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting. Sebanyak 72 peserta yang terdiri dari perwakilan tim pengusul mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat. Dalam sesi tersebut, para mahasiswa diberikan pembekalan mendalam mengenai tata cara pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi Halal, hingga pentingnya perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi produk mereka.
Pelatihan tersebut menghadirkan narasumber ahli, Ibu Vini Arumsari, S.P., M.P. dari Halal Center UIN Sunan Kalijaga, dalam regulasi legalitas usaha di Indonesia. Mereka tidak hanya memberikan teori, tetapi juga membimbing langsung para mahasiswa dalam memahami alur birokrasi perizinan. Dengan bimbingan yang tepat, diharapkan kendala administratif yang sering menjadi hambatan bagi pengusaha pemula dapat teratasi dengan mudah, sehingga mahasiswa dapat lebih fokus pada pengembangan produk dan ekspansi pasar.
Melalui rangkaian kegiatan mulai dari penjaringan internal hingga pembekalan legalitas ini, UPN Veteran Yogyakarta berharap dapat meningkatkan persentase kelolosan proposal di tingkat Belmawa. Dukungan penuh dari pihak kampus dan UKM ISR menjadi bukti nyata bahwa universitas berkomitmen menciptakan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh sebagai wirausahawan. Kini, seluruh mata tertuju pada pengumuman seleksi selanjutnya, membawa harapan besar bagi kemajuan wirausaha muda dari Yogyakarta.
31
Comments (0)