Lolos Pendanaan Nasional, P2MW Center UKM ISR Gelar First Gathering dan Sharing Session Kunci Sukses KMI Expo

29 July 2026, 17:31

Oleh: Interdisciplinary Scientific Research UPNVY

 | 3 min read
1 week ago

Gambar 1. Kegiatan sharing session bersama narasumber


Penulis: Sayu Putu Carolia dan Anisa Aulia

30 Mei 2026, YOGYAKARTA – Langkah nyata dalam mengawal keberlanjutan wirausaha muda di tingkat perguruan tinggi kembali ditunjukkan oleh P2MW Center di bawah naungan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Interdisciplinary Scientific Research (ISR) UPN “Veteran” Yogyakarta. Setelah sukses mendampingi proses submisi administratif pada April lalu, P2MW Center kini bergerak cepat menggelar agenda krusial berupa First Gathering bagi tim mahasiswa yang berhasil lolos tahap pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026 tingkat nasional. Kegiatan yang berlangsung interaktif ini dihadiri oleh 12 orang peserta didelegasikan dari 3 tim berbeda yang berhasil menyisihkan ribuan kompetitor nasional untuk meraih dana hibah pengembangan usaha dari Kementerian.

Pertemuan perdana ini dirancang khusus sebagai wadah konsolidasi awal sekaligus pembekalan strategis bagi para finalis. Guna memberikan gambaran riil mengenai peta kompetisi di tingkat pusat, P2MW Center menghadirkan Muhammad Grisvian, seorang mentor sekaligus alumni P2MW yang pada periode sebelumnya sukses mengawal bisnisnya menembus tahapan pendanaan hingga berkompetisi di ajang bergengsi Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo. Kehadiran narasumber dimanfaatkan secara optimal untuk membedah strategi penyusunan laporan kemajuan, teknik presentasi di hadapan juri nasional, hingga taktik akselerasi performa bisnis selama masa pendanaan berjalan.

“Kunci utama dari keberlanjutan program P2MW ini bukan sekadar memiliki produk yang dinilai bagus oleh internal kampus, melainkan bagaimana tim mampu membuktikan validasi pasar dan memiliki landasan fundamental yang kokoh mengenai alasan mengapa konsumen harus memilih produk tersebut dibanding kompetitor,” ungkap Muhammad Grisvian di sela-sela materi.


Mengupas Solusi Kendala Teknis Bisnis Digital dan Budidaya

Dalam pemaparannya yang interaktif, Muhammad Grisvian menggarisbawahi beberapa poin strategis terkait pengembangan kategori usaha yang berbeda. Untuk tim yang bergerak di bidang bisnis digital, ia menekankan bahwa metrik utama yang menjadi fokus perhatian juri nasional adalah pertumbuhan jumlah pelanggan serta traksi pasar yang nyata. Oleh karena itu, kemampuan aplikasi dalam memberikan solusi konkret bagi penggunanya (seperti pelaku UMKM) harus dapat divalidasi dengan data numerik yang solid, bukan sekadar asumsi teoretis.

Sementara itu, bagi tim yang bergerak di bidang budidaya pangan seperti halnya Tim Terpana yang berfokus pada produksi telur herbal aspek legalitas produk menjadi sorotan utama. Dalam forum tersebut disimpulkan bahwa kepemilikan sertifikasi halal sangat krusial mengingat luaran produknya ditujukan untuk sektor konsumsi publik. Guna menyiasati keterbatasan anggaran, para peserta mendapatkan arahan taktis untuk mengalokasikan pembiayaan sertifikasi tersebut dengan memanfaatkan pos anggaran keuangan lain yang relevan, seperti anggaran perluasan iklan atau branding produk.

 

Gambar 2. Kegiatan sharing session bersama narasumber 


Strategi Presentasi Laporan Kemajuan dan Validasi Juri Pusat

Memasuki persiapan teknis menjelang penilaian kemajuan wirausaha, narasumber mengingatkan para peserta mengenai mekanisme evaluasi yang akan dihadapi. Berbeda dengan tahapan internal, keputusan akhir mengenai tim yang berhak lolos menuju KMI Expo murni berasal 100 persen dari penilaian objektif juri nasional, tanpa adanya intervensi atau campur tangan dari pihak kampus. Oleh karena itu, para delegasi universitas ditekankan untuk menyajikan presentasi yang jelas, padat, dan ringkas mengenai keunggulan kompetitif produk mereka, serta menghindari argumen defensif yang bersifat mendebatkan kembali masukan dari dewan juri.

Secara teknis, seluruh rangkaian presentasi laporan kemajuan dalam Penilaian Kemajuan Pelaksanaan P2MW (PKP) dipastikan akan berlangsung secara full online. Sebagai langkah persiapan awal, setiap tim diwajibkan untuk mengirimkan berkas PowerPoint (PPT) kemajuan usaha kepada pihak kampus terlebih dahulu melalui Google Form yang disediakan. Struktur materi dan visual di dalam berkas presentasi tersebut harus disusun secara rigid mengikuti template laporan kemajuan resmi yang selaras dengan panduan dari dosen pendamping.


Pemetaan Kebutuhan Melalui Instrumen Kuesioner

Sebagai langkah taktis penutup dari rangkaian First Gathering, pengurus P2MW Center UKM ISR melakukan pendistribusian kuesioner terstruktur kepada seluruh tim yang lolos pendanaan. Kuesioner ini berfungsi sebagai instrumen pemetaan (mapping) komprehensif terkait kebutuhan spesifik tim ke depan, mulai dari kebutuhan fasilitas laboratorium kampus, pendampingan legalitas/HKI, hingga skema inkubasi lanjutan yang dibutuhkan oleh masing-masing tim guna mengoptimalkan serapan anggaran hibah.

Melalui pelaksanaan First Gathering dan pembekalan intensif yang terstruktur ini, P2MW Center UKM ISR berkomitmen penuh untuk mengawal ketiga tim pendanaan UPN “Veteran” Yogyakarta agar mampu mencapai target luaran secara maksimal. Sinergi antara pemahaman regulasi, kesiapan teknis pelaporan, dan pendampingan berkelanjutan diharapkan mampu mengulang kesuksesan tahun-tahun sebelumnya, sekaligus menghantarkan delegasi universitas bersinar di panggung KMI Expo nasional mendatang.

view 29

Comments (0)

No Comments Posted